personalweb

Friday, April 30, 2010

STRATEGI MANAJEMEN KONFLIK

February 2nd, 2008 by aa-teguh

Konflik selalu timbul di tempat kerja, dan itu tidak bisa dihindarkan. Namun pemimpin harus mengelolanya secara luwes agar irama kerja sehari-hari tidak terganggu.
Sebagai pemimpin ada berbagai strategi manajemen konflik, yaitu:

Teknik 1: Ajak orang-orang yang sedang konflik pada tujuan yang lebih tinggi. Contoh, bagian anda terlibat konflik dalam menentukan kuota penjualan. Bagian keuangan menuntut penjualan setinggi-tingginya, sedangkan bagian anda menuntut dukungan biaya promosi besar-besaran. Begitu orang-orang itu kita ajak bicara pada tataran corporate, untuk tujuan yang lebih besar, mereka akan cenderung untuk berpikir lebih jernih.

Teknik 2: Memperluas sumber daya yang ada. Konflik bisa terjadi karena sumber daya yang langka yang dibutuhkan banyak orang. Contoh, hanya ada satu saluran telpon untuk dua bagian. Ketika mereka akan menggunakannya, mereka saling berebut. Cara manajemen konfliknya? Ya, tambah saja pesawat telponnya. Ini adalah contoh yang sangat menggampangkan, namun saya harapkan anda menangkap gagasannya.

Teknik 3: Penghindaran. Ini yang sering dilakukan oleh orang pada umumnya. Daripada ribut dan konflik terus dengan tetangganya, orang itu kemudian menghindar dan berusaha untuk tidak bertatapan dengan tetangganya itu. Ini memang bukan cara manajemen konflik yang efektif, namun kadang, dengan penghindaran ini, pihak yang ingin konflik akan berkurang ‘semangat’ untuk konfliknya.

Teknik 4: Mencari titik temu. Ketika anda sebagai pemimpin dan menemui orang yang konflik, anda dapat memakai teknik ini. Teknik ini berusaha mencari persamaan yang ada antara pihak yang terlibat konflik, sekaligus juga diperkecil perbedaan yang ada. Contoh ada konflik antara bagian pemasaran dan produksi. Daripada berdebat perbedaan fungsi kedua bagian itu, manajemen konflik dapat mencari persamaan kedua bagian itu. Misalnya, mereka sama-sama fungsi yang sangat penting dalam perusahaan, karena tanpa keduanya, perusahaan tidak akan bisa hidup…

Teknik 5: Kompromi. Ketika anda melakukan kompromi terhadap pihak yang terlibat konflik, mungkin masing-masing pihak tidak merasa puas terhadap keputusan itu. Namun manajemen konflik ini efektif jika topik/barang yang dikonflikkan bisa dibagi dua secara adil.

Teknik 6: Pakai Power. Ini adalah cara paling kuno untuk manajemen konflik. Ketika orang yang konflik tidak mau menyudahi konfliknya, sebagai pemimpin anda gunakan kekuasaan anda untuk menyudahi konflik itu. Walau mereka tidak puas, namun karena mereka adalah bawahan anda, mau tidak mau mereka harus patuh kepada anda.

Teknik 7: Mengubah sifat-sifat orang yang konflik. Mengubah sifat orang sangatlah sukar. Namun, ini adalah manajemen konflik yang efektif untuk jangka panjang. Contoh, di kantor anda dijumpai karyawan yang sering bertengkar dengan karyawan lainnya. Sebagai pemimpinnya, anda ajak pelan-pelan karyawan itu untuk mengubah perilakunya. Dengan sabar anda bimbing karyawan itu, dan akhirnya, ia mampu menjadi karyawan yang baik. Ketika karyawan itu sudah berubah sikapnya, konflik yang sering terjadi di bagian anda akan sangat berkurang.

Teknik 8: Ubah strukturnya. Agar bagian promosi dan bagian produksi tidak saling menyalahkan, ubahlah strukturnya. Contoh, bagian pemasaran mengeluhkan betapa sulitnya mereka menjual karena produknya desainnya jelek, dan kualitasnya meragukan. Keluhan itu ditanggapi oleh bagian produksi dengan cara mereka membuat produk begitu karena memang tidak ada masukan dari bagian pemasaran. Sedang produk yang buruk, mereka mengeluh karena terjadi pemotongan anggaran produksi besar-besaran dari bagian keuangan. Agar mereka tidak saling konflik, gabung saja dua bagian itu dibawah satu departemen. Sekali lagi contoh manajemen konflik yang saya tulis ini hanya untuk menggampangkan, dan bukannya ‘resep’ yang harus diikuti secara membabi buta.

Teknik 9: Ciptakan musuh bersama. Agar mereka tidak sering saling konflik, ciptakan saja musuh bersama. Musuh ini dapat berupa pesaing agresif yang harus dihadapi dengan bersatu, dan bukannya terpecah belah seperti sekarang ini. Musuh ‘ciptaan’ dapat pula berupa ‘kunjungan’ pimpinan puncak ke bagian itu, yang ‘terpaksa’ mereka harus bersatu padu untuk bersama-sama ‘menyambut’ pimpinan itu.
Bagaimana ???? , cukup membantu uraian tadi?

Bounded Rationality

We are, to some extent, rational beings in that we will try to logically understand things and make sensible choices.

However, the world is large and complex, and we do not have the capacity to understand everything. We also have a limited time in which to make decisions. We are also limited by the schemas we have and other decisional limitations.

As a result, our decisions are not fully thought through and we can only be rational within limits such as time and cognitive capability. Herbert Simon indicated that there were thus two major causes of bounded rationality:

  • Limitations of the human mind
  • The structure within which the mind operates

This impacts decision models that assume us to be fully rational. For example when calculating expected utility, you may be surprised to find that people do not make the best choices.

Example

I choose a new hi-fi system based on reading a few magazines and listening to several friends. When the sales person offers me a better bargain, I still turn it down.

So what?

Using it

Either play within the bounds of rationality by giving the other person few choices and limited criteria, or break their existing bounds by showing how these are ineffective (then help them set up cognitive camp elsewhere).

Defending

When you make a decision, pause to reflect whether what seems rational is adequate. As necessary, test your decision with other people. Do not be hurried into a decision by others.

Perbandingan ICC A,B,C pada polis Marine Cargo

ICC “A”
Risk Covered:
lRisk Clause; menjamin semua risiko kecuali yang dikecualikan dlm Exclusion
l
l
lGA Clause; menjamin General Average dan Salvage Charges
lBoth to Blame Collission Clause; menjamin bagian tanggung jawab hukum dari tabrakan kapal
ICC “B”
Risk Covered:
lRisk Clause; menjamin
l
lGA Clause; = ICC A
lBoth to Blame Collission Clause; = ICC A
ICC “C”
Risk Covered:
lRisk Clause; menjamin
l
l
l
l
l
l
l
l
l
l
l
l
lGA Clause; = ICC A
lBoth to Blame Collission Clause; = ICC A

DASAR HUKUM PENERBITAN SURETY BOND


KEPPRES nomor : 14A tahun 1980

Dimana didalam Keppres disebutkan bahwa Bank dan Lembaga Keuangan yang dapat menerbitkan jaminan akan diatur oleh Departemen terkait, sehingga ada sebanyak 6 (enam) Surat Keputusan Menteri Keuangan yang menindak lanjuti Keppres tersebut yang menunjuk Bank yang boleh menerbitkan jaminan dalam bentuk Bank Garansi dan Lembaga Keuangan Non Bank yang boleh menerbitkan jaminan dalam bentuk Surety Bond.

KEPPRES nomor : 29 tahun 1984

Sama dengan Keppres sebelumnya dimana didalam Keppres disebutkan bahwa Bank dan Lembaga Keuangan yang dapat menerbitkan jaminan akan diatur oleh Departemen terkait, sehingga ada sebanyak 6 (enam) Surat Keputusan Menteri Keuangan yang menindak lanjuti Keppres tersebut yang menunjuk Bank yang boleh menerbitkan jaminan dalam bentuk Bank Garansi dan Lembaga Keuangan Non Bank yang boleh menerbitkan jaminan dalam bentuk Surety Bond.

KEPPRES nomor : 16 tahun 1994

Berbeda dengan 2 (dua) Keppres sebelumnya dimana didalam Keppres tidak ada lagi Surat Keputusan Menteri Keuangan yang menindak lanjuti Keppres karena dalam Keppres ini disebutkan bahwa semua Bank Umum boleh menerbitkan jaminan dalam bentuk Bank Garansi dan Semua Perusahaan Asuransi Umum boleh menerbitkan jaminan dalam bentuk Surety Bond.

KEPPRES nomor : 08 tahun 1997

Sama dengan Keppres nomor: 16 tahun 1994, maka didalam Keppres ini tidak ada lagi Surat Keputusan Menteri Keuangan yang menindak lanjuti Keppres karena dalam Keppres ini disebutkan bahwa semua Bank Umum boleh menerbitkan jaminan dalam bentuk Bank Garansi dan Semua Perusahaan Asuransi Umum boleh menerbitkan jaminan dalam bentuk Surety Bond.

KEPPRES nomor : 06 tahun 1999

Sama dengan Keppres nomor: 08 tahun 1997, maka didalam Keppres ini tidak ada lagi Surat Keputusan Menteri Keuangan yang menindak lanjuti Keppres karena dalam Keppres ini disebutkan bahwa semua Bank Umum boleh menerbitkan jaminan dalam bentuk Bank Garansi dan Semua Perusahaan Asuransi Umum boleh menerbitkan jaminan dalam bentuk Surety Bond.

KEPPRES nomor : 18 tahun 2000

Sama dengan Keppres nomor: 06 tahun 1999, maka didalam Keppres ini tidak ada lagi Surat Keputusan Menteri Keuangan yang menindak lanjuti Keppres karena dalam Keppres ini disebutkan bahwa semua Bank Umum boleh menerbitkan jaminan dalam bentuk Bank Garansi dan Semua Perusahaan Asuransi Umum boleh menerbitkan jaminan dalam bentuk Surety Bond.

Didalam Keppres ini di petunjuk teknis (juknis) yang dikeluarkan oleh Departemen Keuangan dan BAPPENAS dikeluarkan ketentuan yang berbeda dengan Keppres sebelumnya

Ketentuan tersebut mengatur:

* Perusahaan Asuransi yang akan menjalankan Surety Bond harus ada Back Up Reasuransi dari Luar Negeri.

* Dalam tender tidak diberlakukan lagi bahwa penawar harus dalam koridor OE.

* Pengusaha jasa konstruksi/pemborong harus mempunyai uang sebagai modal kerja yang ada di Bank sebesar 10% harga penawaran yang diajukan, sedangkan untuk jenis supplier diwajibkan sebesar 5% harga penawaran.

KEPPRES nomor : 80 tahun 2003

Sama dengan Keppres nomor: 18 tahun 2000, karena dalam Keppres ini disebutkan bahwa semua Bank Umum boleh menerbitkan jaminan dalam bentuk Bank Garansi dan Semua Perusahaan Asuransi Umum boleh menerbitkan jaminan dalam bentuk Surety Bond.

Tetapi ada perbedaan yang sangat penting dan mendasar adalah untuk perusahaan asuransi kerugian yang boleh menerbitkan jaminan dalam bentuk Surety Bond diatur oleh Biro Perasuransian Departemen Keuangan R.I.

Sehingga Jumlah penerbit jaminan: semua Bank Umum dan 32 Perusahaan Asuransi Umum.

PERPRES nomor : 61 tahun 2004 (Perubahan I Keppres No:80/2003)

Sama dengan Keppres 80 tahun 2003 tapi perubahannya hanya pada jumlah Perusahaan Asuransi Umum yang boleh menerbitkan jaminan dalam bentuk Surety Bond yang berubah menjadi 37 Perusahaan Asuransi Kerugian dan semua Bank Umum

PERPRES nomor : 32 tahun 2005 (Perubahan II Keppres No:80/2003)

Sama dengan Keppres 80 tahun 2003 tapi perubahannya hanya pada jumlah Perusahaan Asuransi Umum yang boleh menerbitkan jaminan dalam bentuk Surety Bond yang berubah menjadi 37 Perusahaan Asuransi Kerugian dan semua Bank Umum

PERPRES nomor : 70 tahun 2005 (Perubahan III Keppres No:80/2003)

Sama dengan Keppres 80 tahun 2003 tapi perubahannya hanya pada jumlah Perusahaan Asuransi Umum yang boleh menerbitkan jaminan dalam bentuk Surety Bond yang berubah menjadi 39 Perusahaan Asuransi Kerugian dan semua Bank Umum

PERPRES NOMOR : 8 tahun 2006 (Perubahan IV Keppres No:80/2003)

Sama dengan Keppres 80 tahun 2003 tapi perubahannya hanya pada jumlah Perusahaan Asuransi Umum yang boleh menerbitkan jaminan dalam bentuk Surety Bond yang berubah menjadi 45 Perusahaan Asuransi Kerugian dan semua Bank Umum

Aliran2 seni rupa

SUREALISME

Istilah bahasa Inggris “surrealism” merupakan dari kata bahasa Prancis “surréalisme”. Padanan yang tepat untuk kata bahasa Prancis itu seharusnya “superrealism” (realisme super). Karya ini memiliki unsur kejutan, barang tak terduga yang ditempatkan berdekatan satu sama lain tanpa alasan yang jelas. Banyak seniman dan penulis surealis yang memandang karya mereka sebagai ungkapan gerakan filosofis yang pertama dan paling maju. Tak lama kemudian, banyak seniman visual yang bergabung seperti Giorgio de Chirico, Salvador Dalí, Enrico Donati, Alberto Giacometti, Valentine Hugo, Méret Oppenheim, Toyen, Grégoire Michonze, dan Luis Buñuel.

http://www.salvadordalimuseum.org/

KUBISME

Kubisme adalah sebuah gerakan modern seni rupa pada awal abad ke-20 yang dipelopori oleh Picasso dan Braque. Prinsip dasar yang umum pada kubisme yaitu menggambarkan bentuk objek dengan cara memotong, distorsi, overlap, penyederhanaan, transparansi, deformasi, menyusun dan aneka tampak. Gerakan ini dimulai pada media lukisan dan patung melalui pendekatannya masing-masing.

Bentuk karyanya menggunakan bentuk geometri (segitiga, segiempat, kerucut, kubus, lingkaran). Seniman kubisme sering menggunakan teknik kolase, misalnya menempelkan potongan kertas surat kabar, gambar poster.

Gaya kubisme inilah yang mengejutkan dunia seni, karena mengubah persepsi orang akan suatu keindahan seni. Kalau sebelumnya lukisan wanita mudah dikenali wajah modelnya, oleh Picasso dibuat drastis sehingga bentuk lukisannya sulit dikenali lagi, seperti yang ia tuangkan lewat karya Demoiselles d'Avignon. Ia sebelumnya telah mempelajari karya pematung Iberia dan patung-patung Afrika lainnya (patung primitif) yang biasanya berbentuk melengkung dan tidak proporsional yang menjadi ilham dari karya seninya.

http://www.kajian-budaya.co.cc/kliping/aliran-lukis-kubisme-95 dan wikipedia

Romantisme

Merupakan aliran tertua di dalam sejarah seni lukis modern Indonesia. Lukisan dengan aliran ini berusaha membangkitkan kenangan romantis dan keindahan di setiap objeknya. Pemandangan alam adalah objek yang sering diambil sebagai latar belakang lukisan.

Romantisme dirintis oleh pelukis-pelukis pada zaman penjajahan Belanda dan ditularkan kepada pelukis pribumi untuk tujuan koleksi dan galeri di zaman kolonial. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Raden Saleh.

www.raden-saleh.org/penangkapandiponegoro.html


Ekspressionisme

Ekspressionisme adalah kecenderungan seorang seniman untuk mendistorsi kenyataan dengan efek-efek emosional. Ekspresionisme bisa ditemukan di dalam karya lukisan, sastra, film, arsitektur, dan musik. Istilah emosi ini biasanya lebih menuju kepada jenis emosi kemarahan dan depresi daripada emosi bahagia.

Maestro Seni Lukis Indonesia dalam aliran ekspresionisme ada affandi. Semasa hidupnya, ia telah menghasilkan lebih dari 2.000 karya lukis. Karya-karyanya yang dipamerkan ke berbagai negara di dunia, baik di Asia, Eropa, Amerika maupun Australia selalu memukau pecinta seni lukis dunia. Dalam mengerjakan lukisannya, lebih sering menumpahkan langsung cairan cat dari tube-nya kemudian menyapu cat itu dengan jari-jarinya, bermain dan mengolah warna untuk mengekspresikan apa yang ia lihat dan rasakan tentang sesuatu.

http://prakasa-arya.blogspot.com/2009/04/affandi-sang-maestro-ekspresionisme.html

Impresionisme

Impresionisme adalah suatu gerakan seni dari abad 19 yang dimulai dari Parispada tahun 1860an. Nama ini awalnya dikutip dari lukisan Claude Monet,"Impression, Sunrise" ("Impression, soleil levant"). Kritikus Louis Leroymenggunakan kata ini sebagai sindiran dalam artikelnya di Le Charivari.

Karakteristik utama lukisan impresionisme adalah kuatnya goresan kuas, warna-warna cerah (bahkan banyak sekali pelukis impresionis yang mengharamkan warna hitam karena dianggap bukan bagian dari cahaya), komposisi terbuka, penekanan pada kualitas pencahayaan, subjek-subjek lukisan yang tidak terlalu menonjol, dan sudut pandang yang tidak biasa.

http://wapedia.mobi/id/Impression,_Sunrise

Fauvisme

Fauvisme adalah suatu aliran dalam seni lukis yang berumur cukup pendek menjelang dimulainya era seni rupa modern.

Nama fauvisme berasal dari kata sindiran "fauve" (binatang liar) oleh Louis Vauxcelles saat mengomentari pameran Salon d'Automne dalam artikelnya untuk suplemen Gil Blas edisi 17 Oktober 1905, halaman 2.

Kepopuleran aliran ini dimulai dari Le Havre, Paris, hingga Bordeaux. Kematangan konsepnya dicapai pada tahun 1906.

Segala hal yang berhubungan dengan pengamatan secara objektif dan realistis, seperti yang terjadi dalam lukisan naturalis, digantikan oleh pemahaman secara emosional dan imajinatif. Sebagai hasilnya warna dan konsep ruang akan terasa bernuansa puitis. Warna-warna yang dipakai jelas tidak lagi disesuaikan dengan warna di lapangan, tetapi mengikuti keinginan pribadi pelukis. Penggunaan garis dalam fauvisme disederhanakan sehingga pemirsa lukisan bisa mendeteksi keberadaan garis yang jelas dan kuat. Akibatnya bentuk benda mudah dikenali tanpa harus mempertimbangkan banyak detail.

Pelukis fauvis menyerukan pemberontakan terhadap kemapanan seni lukis yang telah lama terbantu oleh objektivitas ilmu pengetahuan seperti yang terjadi dalam aliran impresionisme, meskipun ilmu-ilmu dari pelukis terdahulu yang mereka tentang tetap dipakai sebagai dasar dalam melukis. Hal ini terutama terjadi pada masa awal populernya aliran ini pada periode 1904 hingga 1907.

Sumber: www.abcgallery.com/M/matisse/matisse25.html, dan wikipedia

Post-Impresionisme


Post-Impresionisme adalah suatu masa yang masih dipengaruhi sisa-sisa impresionisme. Pada awal 1880 pelukis mulai mengeksplorasi sisi lain dari penggunaan warna, pola, bentuk, dan garis yang sedikit berlawanan dari pencapaian impresionisme. Pelukis pada era ini contohnya adalah Vincent Van Gogh , Paul Gauguin , Georges Seurat dan Henri de Toulouse-Lautrec . Camille Pissarro , yang sebelumnya adalah seniman impresionis kemudian mengembangkan gaya pointilisme . Monet meninggalkan kewajiban melukis di luar ruangan. Paul Cézanne , meskipun telah tiga kali terlibat dalam pameran impresionis, kemudian mengembangkan gayanya tersendiri. Karya seluruh seniman ini meskipun tidak lagi menganut aliran impresionisme namun masih mengandung unsur-unsur dasarnya.

Sumber: www.vangoghgallery.com/painting/sunflowerindex.htm dan wikipedia

Realisme

Perupa realis selalu berusaha menampilkan kehidupan sehari-hari dari karakter, suasana, dilema, dan objek, untuk mencapai tujuan Verisimilitude (sangat hidup). Perupa realis cenderung mengabaikan drama-drama teatrikal, subjek-subjek yang tampil dalam ruang yang terlalu luas, dan bentuk-bentuk klasik lainnya yang telah lebih dahulu populer saat itu.

Dalam pengertian lebih luas, usaha realisme akan selalu terjadi setiap kali perupa berusaha mengamati dan meniru bentuk-bentuk di alam secara akurat. Sebagai contoh, pelukis foto di zaman renaisans, Giotto bisa dikategorikan sebagai perupa dengan karya realis, karena karyanya telah dengan lebih baik meniru penampilan fisik dan volume benda lebih baik daripada yang telah diusahakan sejak zaman Gothic.

Kejujuran dalam menampilkan setiap detail objek terlihat pula dari karya-karya Rembrandt yang dikenal sebagai salah satu perupa realis terbaik. Kemudian pada abad 19, sebuah kelompok di Perancis yang dikenal dengan nama Barbizon School memusatkan pengamatan lebih dekat kepada alam, yag kemudian membuka jalan bagi berkembangnya impresionisme. Di Inggris, kelompok Pre-Raphaelite Brotherhoodmenolak idealisme pengikut Raphael yang kemudian membawa kepada pendekatan yang lebih intens terhadap realisme.

Teknik Trompe l'oeil, adalah teknik seni rupa yang secara ekstrim memperlihatkan usaha perupa untuk menghadirkan konsep realisme.

Naturalisme

Naturalisme di dalam seni rupa adalah usaha menampilkan objek realistis dengan penekanan seting alam. Hal ini merupakan pendalaman labih lanjut dari gerakan realisme pada abad 19 sebagai reaksi atas kemapanan romantisme.

Salah satu perupa naturalisme di Amerika adalah William Bliss Baker, yang lukisan pemandangannya dianggap lukisan realis terbaik dari gerakan ini. Salahs atu bagian penting dari gerakan naturalis adalah pandangan Darwinisme mengenai hidup dan kerusakan yang telah ditimbulkan manusia terhadap alam.

Sumber: wikipedia

Abstrak

Seni abstrak adalah salah satu jenis kesenian kontemporer yang tidak menggambarkan obyek dalam dunia asli, tetapi menggunakan warna dan bentuk dalam cara non-representasional. Aliran seni yang mencuat sejak 1910 itu mengalami kejayaan sehabis perang dunia II atau tahun 1940-an. Kota Paris menjadi pusat perkembangan pertama seni Lukisan Abstrak tersebut. Hal itu berkat kerja keras dan kesungguhan seniman imigran Belanda, Rusia dan Jerman yang menghasilkan karya-karya bermutu. Mereka akhirnya mampu menaklukkan Eropa dan seluruh dunia barat, termasuk Amerika Utara.

Seni abstrak dalam seni lukis ialah seni yang berusaha mengambil obyek yang berasal dari dunia batin. Obyek itu bisa fantasi, imajinasi dan mungkin juga intuisi para seniman. Karena timbul dari dalam batin. Dalam seni abstrak terbagi dua katagori besar yaitu,

1. Abstrak Ekspresionisme

2. Abstrak Geometris

Sumber: http://www.abstract-art.com/abstraction, http://randomknowledge.wordpress.com, Dan wikipedia

Dadaisme

Nama dadaisme diambil dari kata dada yang berarti kuda kayu mainan.

Dadaisme lahir karena berkecamuknya Perang Dunia I. Sifatnya dikatakan anti seni, anti perasaan dan cenderung merefleksi kekasaran dan kekerasan. Karyanya aneh seperti misalnya mengkopy lukisan Monalisa lalu diberi kumis, tempat kencing diberi judul dan dipamerkan. Dilakukan juga metode kolase seperti misalnya kayu dan rongsokan barang-barang bekas.

Tokoh-tokoh aliran ini : Juan Gross, Max Ernst, Hans Arp, Marcel Duchamp dan Picabia.

http://agungfineart.multiply.com/journal/item/4, http://ainanott.edublogs.org/2008/04/22/electracy, dan wikipedia

MAY DAY

sekarang hari buruh nih...macet dah pada demo... ternyata diambil dari demo buruh berdarah terbesar Haymarket di Chicago, di amerika!!! bukan blok komunis. 1 Mei 1886.... 350.000 buruh demo berdarah. pemimpinnya 8 digantung semua..

Wednesday, October 11, 2006

EUPHEMISM

KAMPRET!! = BINATANG YANG BISA TERBANG????

Seorang CEO di negeri BBM setelah berhari-hari memeras otak, akhirnya berhasil merumuskan strategi perusahaan untuk tahun depan. Dengan bangga, dia mendistribusikan rencana strategi tersebut ke seluruh karyawan. Tertarik untuk mendengar komentar dari tingkat terbawah, sang CEO meminta para manajer mengumpulkan pendapat dari bawahan mereka dan dilaporkan ke atas.

Di tingkat terbawah, para karyawan yang terkejut setelah membaca rencana tersebut berkoar-koar, “Kampret! Siapa pemabok yang membuat rencana ini? Ini tidak mungkin berhasil!”
Sang supervisor yang terpaksa melapor ke manajernya, berkata, “Mereka para anak buah mengatakan strategi tersebut ibarat sejenis binatang yang bisa terbang dan yang membuatnya adalah orang yang telah minum-minum. Ada kemungkinan, walau kecil, rencana ini akan berhasil.”
Sang manajer yang melapor ke kepala departemen mengatakan, “Mereka melihat strategi ini bagaikan sesuatu yang bisa terbang. Pembuatnya pasti minum-minum untuk merayakannya. Ada kemungkinan rencana ini bisa berhasil.”
Kepala departemen ke kepala divisi, “Mereka melihat strategi ini bakal terbang karena rencana ini bisa berhasil. Strategi tersebut harus dirayakan dengan minum-minum.” Kepala divisi akhirnya menghadap sang CEO dan memberikan kabar gembira, “Mereka melihat strategi ini akan membuat perusahaan kita terbang ke awang-awang. Mereka percaya strategi ini pasti akan berhasil. Mereka sudah minum-minum untuk merayakannya!”
Sang CEO puas mendengarnya! Tersenyum-senyum dia membayangkan bonus besar yang akan diterimanya.
Euphemism adalah penghalusan arti kalimat pada sebuah kosa kata. Jalur komunikasi yang terlalu panjang dan birokratis, euphemism akan menjadi faktor yang mendistorsi pesan awal. Tidak heran dalam sebuah organisasi yang jalur komunikasinya tidak tersistem dengan baik akan sering terjadi distorsi-distorsi dalam rangkaian informasi yang mengalir. Dalam kehidupan ini sudahkah anda mengambil keputusan benar-benar berdasarkan informasi yang sebenarnya? Atau anda telah menjadi CEO negeri BBM yang tersenyum-senyum membayangkan bonus besar beradasarkan asumsi dan informasi yang terdistorsi?

PENYIMPANGAN OPERASIONAL

Suatu kesimpulan yang cukup mengejutkan diambil oleh Doug Lennick dan Fred Kiel (2005) dalam buku mereka “Moral Intelligence”. Mereka menyimpulkan bahwa ternyata perusahaan-perusahaan yang dipimpin oleh pemimpin yang menerapkan standar tinggi dalam bidang etika dan moral ternyata tertulis dalam catatan sejarah mampu untuk lebih sukses dalam jangka panjang. Perusahaan beretika yang berhasil ini, menjalankan perusahaan mereka dengan tata kelola perusahaan yang baik. Berlawanan dengan pemahaman prinsip dasar kapitalisme. Dedengkot Kapitalisme, Adam Smith, beranggapan bahwa bumi menyediakan tanpa batas sumber daya bagi manusia. Setiap individu berhak untuk mencari keuntungan tanpa batas.
Kesimpulan ini dapat dipadukan dengan suatu kajian sembilan tahun sebelum buku ini diterbitkan. Arie de Geus (1996), mantan direktur Shell Oil, pernah membuat suatu kajian tentang korporat-korporat multinasional/transnasional yang sukses, serta kemudian menjadi acuan bagi perusahaan-perusahaan lain. Ia menemukan bahwa satu kesamaan dari korporat multinasional/transnasional itu, yakni dipimpin oleh pemimpin yang memimpin dengan keteladanan.
Suatu sistem organisasi yang ingin bersaing dalam jangka panjang harus memiliki sub-sistem yang saling menunjang. Harus memiliki sub-sistem insentif yang mempertimbangkan pencapaian prestasi jangka panjang dan penerapan nilai-nilai etika sebagai salah satu faktor penilaian dan promosi. Memiliki sub-sistem audit yang mampu mendeteksi secara cepat penyimpangan yang terjadi dan menghukum para pelanggar tanpa pandang bulu. Kepemimpinan yang menjunjung tinggi etika dan memberi teladan jelas sangat dibutuhkan.. Tanpa hal-hal seperti itu, etika dalam perusahaan hanyalah omong kosong.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr Bateson (2006), pada School of Biology and Psychology di Newcastle University, Inggris. Manusia ternyata bersikap lebih jujur apabila merasa ada yang mengawasi. Bahkan meskipun pengawasan itu semu. Kesimpulan itu diperoleh setelah tim peneliti meletakkan "kotak kejujuran" yang diletakkan dekat kotak minuman di kantin kampus selama sepuluh minggu. Kotak tersebut berfungsi sebagai tempat pembayaran makanan atau minuman, yang dibeli.
Tidak ada kasir yang mengawasinya. Pembeli harus memasukkan uang mereka ke kotak itu. Setiap minggu, kotak itu ditempeli berbagai rupa macam poster di atas kertas berukuran “A5”. Pada minggu pertama, dipasang daftar harga minuman setinggi ukuran mata. Di minggu lain, poster diganti gambar bunga. Juga ada minggu dimana dipajang sepasang mata manusia pengawas. Tiap akhir minggu, uang yang masuk dihitung berdasarkan total minuman yang terjual. Hasilnya, jumlah uang di dalam kotak ternyata menjadi berlipat tiga apabila kotak dipasangi sepasang mata pengawas daripada dipasangi bunga!!!

Di sisi lain kita juga tidak bisa mengawasi secara berlebihan. Pengawasan secara berlebihan akan menimbulkan rasa tidak percaya dan saling curiga. Kebebasan tetap dibutuhkan, namun garis batas harus ditarik tegas. Para pelanggar harus dihukum secara adil dan transparan.

Bila dirasa akhir-akhir ini terjadi peningkatan dalam penyimpangan dalam operasional perusahaan. Apakah penyebab dari kejadian yang berlaku ini? Apakah ini merupakan masalah etika moral dan pemberian teladan? Atau kesalahan sistem organisasi, insentif dan kontrol audit? Atau mungkinkah ini merupakan pencerminan kesalahan multi dimensi?

Sunday, September 04, 2005

Pengukuran dan Akuntabilitas Biaya Pemasaran

Mungkin terlalu ekstrim tulisan dalam Majalah Businessweek North American edition tanggal 13 desember 2004. Mereka mengistilahkan marketer sebagai pecandu putaw yang selalu menginginkan uang untuk melakukan kegiatan iklan TV, sponsor event besar, dan kegiatan ‘dunia gemerlap’ lainnya. Yang dilakukan sebagai sarana mengirim pesan marketing serta membangun merk tanpa bisa mempertangung-jawabkan hasil apa yang akan diperoleh dengan dana marketing yang telah dikeluarkan dan apa perubahan yang akan didapat. Tetapi kini jaman tersebut telah berubah, tergantikan dengan mantra baru: “Measurement and Accountability”

Kecenderungan biaya pemasaran global naik secara signifikan selama dekade lalu dan perusahaan-perusahaan memulai perang yang semakin sengit dalam mempertahankan loyalitas pelanggan dan pangsa pasar. Keseluruhan perusahaan yang terdaftar dalam Fortune Global 100 yang dikeluarkan oleh majalah Fortune untuk tahun 2004 mengeluarkan lebih dari USD 100 milyard pertahun atas marketing dan advertensi pada seluruh jenis media.

Tidak banyak perusahaan dapat memastikan program marketing mana saja yang secara konsisten memberikan keuntungan kepada perusahaan dan mana yg justru mengurangi keuntungan dari perusahaan. Ketidakbisaan untuk untuk menentukan ROI dari setiap kegiatan marketing ini menutupi keseluruhan usaha marketing yang susah payah dijalankan, pada saat kemampuan pengukuran ini sangat diperlukan demi efektifitas dari fungsi marketing.

Kini kemajuan jaman dengan teknik yang lebih baru seperti ekonometrik dan ketersediaan software dimungkinkan untuk melakukan pengukuran dan mengembangkan tingkat pengembalian investasi marketing. Dengan inovasi pengukuran ini, akuntabilitas investasi di bidang marketing akan sama dengan pengukuran inventasi di bidang purchasing, manufacturing dan logistic. Sehingga dengan dipersenjatai oleh sejumlah besar data dan alat-alat yang terkini, marketer dapat mempertanggung-jawabkan strategi marketing didepan Chief Financial Officer.

Beberapa perusahaan besar di Amerika, seperti General Motor, cenderung untuk lebih fokus mengalihkan investasi pemasaran pada media-media yang lebih fokus dan mudah untuk melakukan pengukuran seperti Direct Marketing, on line, dan even-even yang memungkinkan untuk menumpulkan data-data calon konsumen, seperti nama, email, profile sehingga memberikan gambaran pesan pemasaran apa yang akan memberikan inspirasi bagi target untuk melakukan action pembelian. Sedangkan Home Depot, raksasa retail dibidang bahan-bahan konstruksi dan renovasi, memiliki computer modelling sendiri yang dapat menyesuaikan keputusan pemasaran sesuai dengan kondisi pasar lokal. Sehingga untuk daerah tertentu lebih menitik-beratkan pada reklame koran sedangkan pada daerah lain reklame pada radio jauh lebih berhasil.

Sebagai kesimpulan, perusahaan potensial untuk berakselerasi dalam melakukan pertumbuhan dan memotong biaya dengan cara mengadopsi pendekatan yang baru yang terdiri dari 6 langkah.

1.Melakukan kuantifikasi dari efek usaha marketing yang lalu. Pada umumnya perusahaan melakukan analisa marketing tahunan dengan menghubungkan antara total penjualan dan pangsa pasar. Kemudian memutuskan untuk kampanye marketing tahun berikut tampa mempunyai cukup data efek dari setiap individual elemen marketing terhadap pertumbuhan dan keuntungan. Sekarang bagaimanapun juga dengan aktifitas marketing dapat di rekam dengan lebih tegas dan granular.
Sebagai contoh:
- apakah kampanye mencapai sasaran audiens, baik itu melalui tv, radio, bioskop, print atau billboard,
- perkiraan yang reliable dari jumlah mata yang melihat advertesi.

Setelah data dikumpulkan dan diorganisir, marketer dapat memakai analisa statistik untuk mengetahui element marketing program yang manakah yang telah menyampaikan hasil dan element yang underperformed. Marketing mix kemudian dapat di re-alokasi untuk memacu pertumbuhan dan memotong biaya.

2.Pengembangkan insight kedalam performa kompetisi. Seperti teknik yang baru untuk mengukur ROI sehingga dapat mengukur performa kompetisi dan memperkirakan efektifitasnya. Sekarang memungkinkan untuk melacak hasil kompetitor dan aktifitas dalam advertising dan price promotion dan menampilkan analisa statisk analisa untuk membentuk bersama secara cukup detail dan dalam image dari kompetitor kekuatan dan kelemahan. Analisa demikian dapat membuat secara dalam pandangan tentang sifat dari kompetisi dan memberikan perusahaan review mengenai competitive advantage.

3.Identifikasi under performing inisiatif sebelum menjadi terlalu mahal. Analisa time series dapat mengungkapkan insight penting bagaimana kinerja berbagai bagian dari marketing mix. Dapat melacak, sebagai contoh; dasar penjualan dari produk atau brand sebagai indicator berapa loyal konsumen, tidak peduli dengan harga promosi atau marketing blitzes. Dan juga ini dapat memperlihatkan seberapa efektif berbagai macam elemen dari marketing mix berkontribusi terhadap keselurahan usaha. Apabila TV advertensi 25% lebih besar efeknya terhadap radio atau bioskop yg lebih murah 60% managers dan ini bisa menjadi bahan perdebatan mengingat impression dan prejudice beriklan di tv. Marketing mix analysis dapat memperlihatkan seluruh aktifitas dengan ROI tertinggi pada saat yg sama memperlihatkan kinerja yg negatif return atau rata2. Terutama pada saat ekonomi yg sulit sangat penting untuk mengetahui aktivitas mana yg memberikan hasil yg terbaik. Sering pada sasat ekonomi menurun diperlukan pemotongan budget marketing yg drastis tampa mereview antara resiko dan opportunity.

4.Membuat akuntabilitas dari setiap elemen marketing. Beberapa aktifitas pemasaran di desain untuk menambah awareness’ dari merek; yg lain, untuk mengenalkan produk baru dan tetap encouraging pembelian ulang dan membangun loyalitas merek. Contoh kasus adalah bila brand awareness sebelum investasi adalah 60% untuk meningkatkan menjadi 70% dipilih dengan menggunakan iklan di tv. Ketika awareness 70% di capai kita dapat mengukur apa yg akan didapat dari hasil investasi yg kita lakukan melalu mekanisme tertentu itu. Disini disiplin marketing mengenai AIDA (Awareness, Interest, Desire, dan Action) dapat dikombinasikan dengan metode statistik sehingga dapat diketahui berapa, kapan dan sifat action dari peningkatan penjualan yang tercapai. Dan apakah hasil ini sesuai dengan jumlah investasi yang sudah dikeluarkan.
Hal yang penting ialah bagaimana membuat sasaran yang masuk akal dan dapat dicapai untuk setiap aktivitas pemasaran dan hasil apa yg di inginkan untuk di capai.

5.Identifikasi produk dan pasar yg menawarkan potensi pertumbuhan yg signifikan. Banyak eksekutif mengarahkan perusahaan mereka seperti bila mereka menyetir kendaraan. Sebagai contoh, peramalan perubahan pasar, pangsa pasar dan profit margin bisa menjadi keuntungan kompetitif yang dimiliki dalam persaingan

6.Reallokasi sumber-sumber pemasaran untuk mengkapitalisasi kesempatan pertumbuhan. Kita tidak pernah mengetahui dengan pasti perbedaan antara kesempatan pertumbuhan di Jakarta dengan kemungkinan pertumbuhan di bengkulu. Bagaimana seorang manager mengalokasikan resources pemasaran di daerah satu dengan yang lain, starategi dan produk apa saja yang menjadi sumber-sumber pertumbuhan dan teknik-teknik pemasaran yang spesifik pula untuk setiap geografinya.

Saturday, September 18, 2004

intermezzo

aduh banyak tulisan yg pengen gw masukin tapi ga sempet.
tentang sdm, pricing analisis, underwriting, marketing dan banyak lagi
tapi semuanya masih kasar di notebook gw
pengen sih cepet2 gw taro tapi sibuk bgt nih kuliah
berhubung gw kul di bayarin orang alias gratisan jadi ya mesti ngikutin maunya yg bayarin nih
Gw pengen banget buat tulisan ekonomi islam but ilmunya ga nyampe mungkin kalo kelar ini gw mau memperdalam lagi di bidang syariah..... Soalnya gw belom berani nulis ttg itu dasar hukum dalilnya belom kuat gw pahamnya
oh ya segitu dulu deh

Thursday, August 26, 2004

Biography of Uncle Sam

Historians aren't completely certain how the character "Uncle Sam" was created, or who (if anyone) he was named after. The prevailing theory is that Uncle Sam was named after Samuel Wilson.
Wilson was born in Arlington, Mass., on September 13, 1766. His childhood home was in Mason, New Hampshire. In 1789, he and his brother Ebenezer walked to Troy, New York.
During the War of 1812, Wilson was in the business of slaughtering and packing meat. He provided large shipments of meat to the US Army, in barrels that were stamped with the initials "U.S." Supposedly, someone who saw the "U.S." stamp suggested -- perhaps as a joke -- that the initials stood for "Uncle Sam" Wilson. The suggestion that the meat shipments came from "Uncle Sam" led to the idea that Uncle Sam symbolized the federal government.
Samuel Wilson died in 1854. His grave is in the Oakwood Cemetery in Troy.
Uncle Sam's traditional appearance, with a white goatee and star-spangled suit, is an invention of artists and political cartoonists; Samuel Wilson did not look like the modern image of Uncle Sam. For example, Wilson was clean-shaven, while Uncle Sam is usually portrayed with a goatee.
Thomas Nast, a prominent 19th-century political cartoonist, produced many of the earliest cartoons of Uncle Sam. However, historians and collectors take note: Many of Nast's cartoons may appear to depict Uncle Sam, while in fact they depict Yankee Doodle or "Brother Jonathan." It is easy to mistake a Brother Jonathan cartoon for one of Uncle Sam, since both figures wear star-spangled suits of red, white and blue. As a rule, Brother Jonathan was drawn with a feather in his cap, while Uncle Sam was not; and Uncle Sam is nearly always drawn with a beard, while Brother Jonathan was clean-shaven.
Some have suggested that Dan Rice, a 19th-century clown, inspired Thomas Nast's Uncle Sam cartoons. Rice's clown costume consisted of a hat and star-spangled suit, much like the costome worn by Uncle Sam. However, Rice was born in 1823, and did not begin clowning until 1844; and Uncle Sam cartoons appeared as early as 1838. Therefore, it seems unlikely that Rice was, in fact, the inspiration for Nast's cartoons.
The single most famous portrait of Uncle Sam is the "I WANT YOU" Army recruiting poster from World War I. The poster was painted by James Montgomery Flagg in 1916-1917.Many early examples of Uncle Sam cartoons can be found in The Foremost Guide to Uncle Sam Collectibles, by Gerald E. Czulewicz (Collector Books, 1995).